Renungan

Hari ini kembali aku duduk sendiri. Hari ini air mata kembali menjadi saksi tentang harapan besar yang belum bisa ku berikan padamu. Hari ini kembali wudhu menjadi penawar amarah yang membuncah dalam dada karena takut kehilangan mu.

Ayah..
Aku tau raga ini milik Allah seutuh nya, tapi dia sudah meminjamkan nya selama berpuluh tahun padamu.
Dan sampai detik ini aku belum juga bisa membalas budi baik mu. Aku tau tak mungkin ada takdir yang salah untuk kita. Tapi, sakit sekali rasanya kala aku hanya mampu duduk terdiam melihat mu berjuang sendirian :')

Ayah.
Aku tak tau sampai berapa lama raga yang Allah pinjam kan akan kita kembalikan.
Aku tak tau akan terjadi apa sedetik kemudian. Tapi hanya satu keyakinan yang menguatkan ku, bahwa sesungguh nya Allah memberikan cobaan tidak melebihi batas kemampuan hambanya dan ayah yang ku kenal bukan ayah yang pantang menyerah.