“Terimakasih kepada : Allah SWT
beserta Rosulullah SAW, Univesitas Airlangga, Beasiswa Bidikmisi, keluarga di
kota tercinta, Bojonegoro (Almh.Ibu,Bapak,dan adik-adikku), Keluarga besar
SMANModel Terpadu Bojonegoro (Bu Yuli, Bu Dina,Bu Yayuk,Bu Ami,dll), Airlangga
Bojonegoro University (ABC), Teman-teman Yakult (Rininta UMM, Intan UM,
Ika,Hanum STKS, Janitra STKS), Teman-teman Scooter, Keluaga Mahasiswa Nahdlotul
Ulama (KMNU) UNAIR, Ustadz Afri Adiarto, Jamaah Majlis Ahbaaburrasul (MAR)
Surabaya, AcSES FEB UNAIR, Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI), AUBMO
(Airlangga University Bidikmisi Organization), AKS1 Angkatan 2014, Agung Haris
Fadilah (Al-Azhar Mesir), dan teman-teman semua yang tidak bisa disebutkan satu
persatu”. http://www.unair.ac.id/
“Di Timur Jawa Dwipa
Megah engkau bertahta
Ksatria Airlangga, KusumaNegara
Dari engkau kudapat, budaya pusaka
Airlangga engkau permata
Indonesia raya”
Begitu indah syair yang
berkumandang di bumi Airlangga, seindah perasaanku tatkala aku diberi
kesempatan menjadi bagian dari kampus yang memiliki motto “Excellent with Morality” ini. Airlangga baru sampai telinga ketika
di SMA kelas X, ketika ORMADA asal Bojonegoro, Airlangga Bojonegoro Community (ABC) melakukan sosialisasi
Universitas di sekolahku. Ku dengarkan dengan seksama setiap apa yang
dijelaskan oleh kakak-kakak mahasiswa Universitas Airlangga asal Bojonegoro.
Dari situ, aku mulai tertarik untuk kuliah di Universitas Airlanga. http://bpp.unair.ac.id/ketentuanlomba
Teringat akan usaha dalam seleksi
masuk perguruan tinggi pada 2014 lalu. Mulai SNMPTN yang nihil, tes STAN yang
gagal, tes mandiri UM yang harus kutingalkan karena biaya yang tak terjangkau,
hingga SBMPTN yang menghantarkanku pada S1 Akuntansi Universitas Airlangga,
sebuah prodi yang menjadi jembatan dalam perjuananku meraih asa. Aku sangat
bersyukur bisa menuntut ilmu di UNAIR, sebuah kampus kebanggaan, yang menjadi idaman
ribuan orang.
KH.Maimun Zubair yang pernah mengatakan
bahwasannya “hidup ini tidak usah terlalu kau rencanakan, yang penting niat
baik, niat baik, InsyaAllah jadi”. Kalimat itulah yang menjadi motivasi untukku
bisa selalu optimis bahwa aku pasti bisa kuliah. Sekalipun kondisi ekonomi
keluargaku tidak memungkinkan. Namun Allah sang Maha Kasih, memberikan rezeki yang
tidak disangka-sangka. Aku bisa kuliah di Universitas impianku dengan beasiswa Bidikmisi
sehingga aku terbebas dari biaya kuliah dan mendapat biaya hidup tiap semester
nya.
Bidikmisi, uang rakyat yang
menjadi anugerah sekaligus amanah bagi penerimanya. Karena sejatinya merupakan
uang rakyat yang ada tanggung jawab disetiap rupiah yang diterima, ada harapan bangsa atas kita agar
bisa mengabdi untuk negeri ketika lulus nanti. Terima kasih Airlangaku, terima
kasih Bidikmisi ku. Dua nama yang selalu kusebut dalam doaku, agar Allah selalu
merahmati dan mensukseskannya. Aamiin.unair.ac.id


