PENGEMBANGAN
PEREKONOMIAN BOJONEGORO MELALUI KEDAI SEMUSIM
“Diajukan kepada Himpunan Mahasiswa Program
Studi Ekonomi Syari’ah
STAI Attanwir
Untuk
Mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah 2013”
Oleh :
0233 Rina Nur Cahyani
0192 Maulita Ayu Lestari
0212 Rininta Candra Dewi
SMA NEGERI MODEL
TERPADU BOJONEGORO
2013
LEMBAR PENGESAHAN
JUDUL : “
PENGEMBANGAN PEREKONOMIAN BOJONEGORO MELALUI KEDAI SEMUSIM”
NAMA KETUA : Rina Nur Cahyani (0233)
ANGGOTA :
1. Maulita
Ayu Lestari (0192)
2. Rininta Candra Dewi (0212)
Karya tulis ini telah di setujui oleh :
Bojonegoro, 18 Pebruari
2013
|
Guru
Pembimbing
Sri Rahayu,S.pd.
NIP. 19860702 200903 2 006
|
Ketua Kelompok
Rina Nur Cahyani
NIS. 0233
|
Mengetahui,
Kepala SMAN MT
Bojonegoro
Drs.
Mashadi, M.Pd
NIP . 1963 0929 198512 1 001
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat ALLAH S.W.T atas limpahan rahmat, taufik, dan
hidayahNya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis
ilmiah ini. Dengan judul :
“ PENGEMBANGAN PEREKONOMIAN BOJONEGORO MELALUI KEDAI
SEMUSIM ”
Adapun tujuan dari penyusunan karya tulis ilmiah ini adalah untuk
mengikuti lomba karya tulis yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syari’ah STAI Attanwir untuk mengikuti
Lomba Karya Tulis Ilmiah 2013.Pembuatan karya tulis
ilmiah ini penulis tidak akan dapat menyelesaikannya dengan baik dan benar
tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak yang berupa petunjuk,
bimbingan, pengarahan maupun fasilitas yang diperoleh dari
berbagai sumber seperti : pengalaman dan nasihat dari para pembimbing.
Pembuatan karya tulis ilmiah ini
didalamnya terdapat berbagai upaya dan langkah penulis untuk menulis
karya ilmiah ini dengan baik dan benar, penulis berupaya menyusun kata-kata dan
halaman agar menjadi karya tulis ilmiah yang sempurna. Penulis menyadari bahwa
karya tulis ini jauh dari kesempurnaan, namun penulis berharap semoga karya
tulis ilmiah ini dapat bermanfaat bagi penulis juga bagi para pembaca pada
umumnya.
Penulis tentu memerlukan kritik, saran dari para pembaca, sehingga dapat
digunakan untuk membantu memperbaiki penulisan karya ilmiah yang selanjutnya
menjadi baik dan benar. Apabila ada kalimat yang salah dalam pengetikan karya
tulis ilmiah ini, mohon dimaafkan dan harap menjadi maklum. Akhir kata, harapan
penulis menyusun karya tulis ilmiah ini agar bermanfaat bagi semua pihak yang
membutuhkan.
Bojonegoro, 03
November 2012
Peneliti
PENGEMBANGAN PEREKONOMIAN BOJONEGORO MELALUI KEDAI
SEMUSIM
Nama Peserta:
Rina Nur Cahyani
Rininta Chandradewi
Maulita Ayu Lestari
Guru Pembimbing: Sri Rahayu, S.Pd
ABSTRAK
Cahyani,
Rina Nur dkk. 2013.(Pengembangan
Perekonomian Bojonegoro Melalui Kedai
Semusim). Bojonegoro: SMAN
Model Terpadu Bojonegoro.
Bojonegoro memiliki komoditas
pertanian yang sangat beragam. Salah satu komoditas potensial pertanian di Bojonegoro adalah buah-buahan.
Namun buah-buahan yang ada di Bojonegoro tersebut belum di manfaatkan secara optimal.Padahal,
komoditas pertanian Bojonegoro pada era globalisasi mendatang dihadapkan pada
beberapa tantangan yang harus diupayakan agar memiliki daya saing yang
tinggi.Apalagi ketika ekonomi lokal saat ini mengalami krisis, maka sektor
pertanian merupakan sektor andalan yang dapat menyelamatkan perekonomian lokal
pada khususnya dan perekonomian nasional pada umumnya.Usaha pengoptimalan
komoditas pertanian di Bojonegoro dapat melalui UMKM yang ada di Bojonegoro.Sehingga
dibutuhkan sebuah studi tentang produk makanan maupun studi ekonominya serta
kreatifitas dalam pengolahannya.Titik tekan dalam penelitian ini adalah rencana
UMKM yang dapat dilakukan untuk mengembangkan buah-buahan komodiats Bojonegoro, manfaatnya bagi perekonomian Bojonegoro serta peran
UMKM bagi perekonomian Bojonegoro.
Metode
penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptif kualikatif.Yaitu
gambaran tentang komoditas pertanian di Bojonegoro.
Dari penelitian
ini diketahui bahwa rencana UMKM yang
dapat dilakukan adalah dengan pizza, setup, crepes, jus dan es yang berbahan
dasar atau dikombinasikan dengan buah-buah komoditas Bojonegoro seperti salak,
pisang, mangga, dan blimbing. Usaha ini kami namakan dengan “Kedai Semusim”
karena produk yang dijual disesuaikan dengan musimnya. Manfaat usaha ini dalam
perekonomian Bojonegoro antara lain; mempermudah
pemasok buah dalam memasarkan produknya, Meningkatkan
nilai jual buah, meningkatkan
pendapatan pada pemasok buah, menyediakan
makanan dengan cita rasa yang berbeda dengan bahan baku yang sudah mereka kenal, menyediakan
lowongan pekerjaan, mengurangi
pengangguran, menambah
pendapatan daerah pada khususnya dan pendapatan nasional pada umumnya melalui
sektor pajak, mengoptimalkan
sumber daya alam/komoditas suatu daerah, serta meningkatkan
keunggulan local. Adapun peran usaha ini dalam perekonomian Bojonegoro
antara lain; Sebagai
ciri kas Bojonegoro, Sebagai alat
pemerataan pendapatan, mengurangi
pengangguran, menjaga
daya saing produk komoditas Bojonegoro.
Kata kunci: Usaha
Mikro Kecil Menengah, Buah
Komoditas Bojonegoro
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Lembar Pengesahan i
Kata
Pengantar............................................................................................. ii
Abstrak........................................................................................................ iii
Daftar Isi…………………………………………………………………. iv
Daftar
Gambar............................................................................................vi
Daftar
Tabel................................................................................................vii
BAB I: PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang........................................................................ 1
1.2
Rumusan Masalah………………………………………....... 2
1.3
Tujuan Penulisan……………………………………….......... 2
1.4
Hipotesis…………………………………………………..... 2
BAB II: ISI
2.1
Telaah Pustaka…………..................................................... 3
a.
Pengertian
UMKM....................................................................... 3
b.
Buah Komoditas Bojonegoro....………………………….......... 3
2.2Metode Penulisan
a.
Pendekatan Penulisan………..………………………............... 5
b.
Sumber
Penulisan...................................................................... 5
c.
Sasaran
Penulisan...................................................................... 6
d.
Tahap
Penulisan.......................................................................... 6
2.3 Analisis asaintesis
a.
Rencanaa UMKM Kedai Semusim dalam mengembangkan
komoditasBojonegoro......................................................................... 6
b.
Manfaat
Usaha.......................................................................... 16
c.
Peran Kedai Semusim bagi perekonomian Bojonegoro dalam jangka
panjang........................................................................................ 17
BAB III: PENUTUP
3.1
Kesimpulan……………………………………................... 19
3.2
Saran.................................………………………………... 20
DAFTAR
PUSTAKA............................................................................. 21
LAMPIRAN
Daftar
Gambar
Gambar
1: selera konsumen terhadap buah komoditas Bojonegoro.....................8
Gambar 2: struktur organisasi...............................................................................15
Daftar
Tabel
Tabel 1: analisis swot............................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bojonegoro
memiliki komoditas pertanian yang sangat beragam. Salah satu komoditas potensial pertanian di Bojonegoro adalah buah-buahan.
Buah-buahan di Bojonegoro memiliki varietas yang bermacam-macam nilai eksotis
tersendiri, rasa yang unik, nilai gizi yang tinggi, dan multiguna. Buah-buahan
itu antara lain salak,blimbing,pisang,dll.
Namun buah-buahan yang ada di Bojonegoro tersebut belum di manfaatkan secara optimal.
Padahal,
komoditas pertanian Bojonegoro pada era globalisasi mendatang dihadapkan pada
beberapa tantangan yang harus diupayakan agar memiliki daya saing yang tinggi.Apalagi
ketika ekonomi lokal saat ini mengalami krisis, maka sektor pertanian merupakan
sektor andalan yang dapat menyelamatkan perekonomian lokal pada khususnya dan
perekonomian nasional pada umumnya.
Demikian
pula dengan industri pengolahan pangan di Bojonegoro.Industri ini diharapkan
dapat menghasilkan produk pangan olahan yang beraneka ragam, jumlah yang
memadai, kualitas yang terjamin, memiliki beberapa keunggulan komparatif serta
mampu bersaing di pasar Lokal maupun nasional.
Selain itu, dengan mengoptimalkan
pemanfaatan hasil pertanian di Bojonegoro tentunya akan menambah nilai jual
hasil pertanian tersebut. Usaha pengoptimalan komoditas pertanian di Bojonegoro
dapat melalui UMKM yang ada di Bojonegoro.UMKM dapat memicu pertumbuhan ekonomi
di Bojonegoro karena dapat menyerap tenaga kerja, meningkatkan nilai jual
produk, dan meningkatkan pendapatan perkapita di Bojonegoro.Sehingga dibutuhkan
sebuah studi tentang produk makanan maupun studi ekonominya serta kreatifitas
dalam pengolahannya.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah
rencana UMKM yang dapat dilakukan untuk mengembangkan
buah-buahan komodiats Bojonegoro?
2. Apakah manfaat kedai semusim bagi perekonomian
Bojonegoro?
3. Apakah peran UMKM bagi perekonomian Bojonegoro?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui rencana UMKM
yang dapat dilakukan untuk mengembangkan
buah-buahan komodiats Bojonegoro?
2. Untuk mengetahui manfaat kedai semusim bagi
perekonomian Bojonegoro?
3. Untuk mengetahui peran UMKM bagi perekonomian
Bojonegoro?
1.4 Hipotesis
1. Kedai semusim dimasa yang akan datang akan dapat
mengembangkan komoditas Bojonegoro.
2. Kedai semusim akan memberi manfaat bagi perekonomian
Bojonegoro.
BAB
II
ISI
2.1 Telaah
Pustaka
A.
Pengertian
UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)
Dalam perekonomian Indonesia Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (UMKM) merupakan
kelompok usaha yang memiliki jumlah paling besar.Selain itu Kelompok ini
terbukti tahan terhadap berbagai macam goncangan krisi ekonomi.Maka sudah
menjadi keharusan penguatan kelompok usaha mikro, kecil dan menengah yang
melibatkan banyak kelompok. Kriteria
usaha yang termasuk dalamUsaha
Mikro Kecil dan Menengah telah diatur dalam payung hukum
berdasarkan undang-undang.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) ada beberapa kriteria yang dipergunakan
untuk mendefinisikan Pengertian dan kriteria Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.
Pengertian-pengertian UMKM tersebut adalah :
1. Usaha Mikro
Kriteria kelompok Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.
Kriteria kelompok Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.
2. Usaha Kecil
Kriteria Usaha Kecil Adalah
usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang
perorangan atau badan
usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi
bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha
Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini.
usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi
bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha
Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini.
3.
Usaha Menengah
Kriteria Usaha Menengah Adalah
usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang
perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang
perusahaan yang dimiliki, atau dikuasai.
B.
Buah
Komoditas Bojonegoro
Buah-buah
komoditas Bojonegoro antara lain:
1.
Salak
Salak di
Bojonegoro banyak di temui di Desa Wedi kecmatan Kapas. Salak di Bojonegoro
memiliki khas tersendiri dibanding daerah lain yaitu rasa buahnya manis, masir,
renyah, segar dan besar. Dapat dijumpai di setiap pekarangan rumah penduduk di
desa Wedi dan sekitarnya. Perbedaan Salak Wedi dengan salak lain, seperti Salak
Pondoh, adalah kandungan air yang lebih banyak sehingga membuat Salak Wedi
terasa lebih segar.
Keberadaan
Salak Wedi sudah ada sejak puluhan bahkan ratusan tahun silam, yang secara
turun-temurun telah menjadi sumber pendapatan bagi warga Desa Wedi.Konon asal
muasal bibit salak ini pertama kali dibawa oleh seorang Ulama' yang mengajarkan
agama Islam di desa Wedi. Dari bibit tersebut terus berkembang hingga tidak
hanya desa Wedi tetapi meliputi juga beberapa desa sekitar Wedi, yaitu
Kalianyar dan Tanjungharjo.Panen
salak wedi terjadi pada musim kemarau yaitu pada bulan April-Oktober, namun
puncak panen salak Wedi terjadi pada bulan Juni-Agustus.
2.
Belimbing
Belimbing merupakan salah satu buah
komoditas Bojonegoro yang banyak di temui di desa Ngringinrejo, Kalitidu. Blimbing
dengan berat 2 - 3 ons per buah rasanya
manis, segar dan harum.
Musim panen belimbing terjadi pada musim
penghujan, yaitu sekitar bulan Oktober-April.
3.
Pisang
Pisang banyak di temui di berbagai daerah
di sekitar Bojonegoro. Untuk waktu panen pisang belum bisa ditentukan secara
pasti karena pisang merupakan tanaman yang hanya berbuah sekali selama
hidupnya. Namun, pisang banyak berbuah pada saat musim penghujan, karena pohon
pisang merupakan salah satu tanaman yang membutuhkan cukup air untuk bisa
berbuah.
4.
Mangga
Mangga banyak ditemui di berbagai daerah di
sekitar Bojonegoro.Untuk waktu panen mangga biasanya terjadi pada bulan
kemarau, yaitu sekitar bulan Oktober-April.
2.2. Metode Penulisan
A.
Pendekatan Penulisan
Pendekatan
penulisan menggunakan deskriptif kualikatif.Yaitu gambaran tentang komoditas
pertanian di Bojonegoro.
B.
Sumber Penulisan
Sumber
penulisan terdiri dari sumber primer dan sumber sekunder.Sumber primer berasal
dari buku, sedangkan sumber sekunder berasal dari internet.
C.
Sasaran Penulisan
Sasaran
penulisan ini ditjukan kepada para petani buah yang ada di daerah Bojonegoro
dan perekonomian Bojonegoro.
D.
Tahap Penulisan
1) Pra Menulis
Pra
menulis dilakukan sebelum melakukan penulisan data. Proses pra menulis
dilakukan untuk mencari data, fakta, sumber, dan dokumen-dokumen yang
dibutuhkan.
2) Menulis
Pada
tahap ini, penulis melakukan hal-hal sebagai berikut:
a) Menganalisis data
b) Menjabarkan data menjadi kalimat
c) Mengumpulkan kalimat menjadi paragraph
3) Pasca menulis
Pada
tahap ni penlis melakukan review dan refleksi hasil analisis data yang
diperoleh.
2.3. Analisis Sintesis
A.
Rencana UMKM kedai semusim dalam mengembangkan
komoditas Bojonegoro
1.
Gambaran
Umum Usaha
Usaha
kami bergerak di bidang kuliner dengan mengangkat cita rasa buah
komoditas Bojonegoro seperti Belimbing,
Salak, Pisang, dan
Mangga ke dalam makanan modern. Beberapa alasan yang memotivasi kami untuk
memanfaatkan Belimbing, Salak, Pisang dan Mangga antara lain: Blimbing, salak,
pisang dan mangga mudah didapat. Selain itu, buah-buah tersebut merupakan
buah-buahan komoditas Bojonegoro yang belum di manfaatkan secara optimal. Oleh
karena itu kami lebih mengutamakan usaha kuliner berbahan Belimbing, Salak,
Pisang,dan Mangga.
Saat ini
pengolahan Belimbing, Salak, Pisang, Mangga menjadi makanan dan minuman yang
menarik dan lezat hanya sebatas sirup, selai, kripik atau hanya di jual
mentahan. Hal itu mendorong kami untuk mencari inovasi baru dalam pengolahan
buah tersebut, agar dapat memiliki nilai jual yang tinggi dan dalam bentuk yang
berbeda. Selama ini crepes yang kita kenal hanya berisi coklat atau selai
dan pizza yang kita kenal hanya di padukan dengan
sosis atau daging. Namun kali ini kami ingin memadukan makanan tersebut
dengan buah-buahan komoditas Bojonegoro.
Selain
Crepes dan Pizza kami juga menyiapkan berbagai minuman segar sebagai pendamping
Crepes dan Pizza yaitu Setup, Jus buah, dan es buah komoditas Bojonegoro. Usaha ini kami beri
nama “Kedai Semusim” karena cita rasa produk kami disesuaikan dengan musim.
Saat musim blimbing, kami memproduksi Pizza blimbing, crepes blimbing, setup
blimbing, dan jus blimbing, begitupun pada musim salak, pisang, dan mangga.
Untuk setup,jus,dan
es juga kami sesuaikan dengan musim, kalau musim panas, kami memproduksi setup
dingin, dan kalau musim dingin kami memproduksi setup panas. Sehingga konsumen
yang suka blimbing akan datang pada musim blimbing, begitupun dengan musim
salak,mangga,dan pisang. Dengan demikian usaha ini tidak akan berhenti dan
kesulitan dalam mendapatkan bahan baku. Dengan lokasi yang berada di tengah kota, kami berusaha memberikan promosi
yang terbaik bagi para pengunjung. Tempat para pengunjung di buat lesehan.
Selain itu, kursi dan meja juga di sediakan utuk pengunjung yang ingin
menikmati hidangan dengan duduk di kursi. Berikut ini merupakan
perkiraan konsumen yang akan datang pada musim salak, blimbing, pisang dan
mangga yang kita ketahui melalui angket yang kami sebarkan kepada 100 responden
yang terdiri dari 50 pelajar dan 50 orang dewasa di Bojonegoro. Motto kedai
semusim adalah “buahnya memang semusim tetapi cintaku padamu tidak akan pernah
semusim”.
Gambar 1: selera konsumen terhadap
buah komoditas Bojonegoro
2.
Jenis
Produk yang di jual dan Cara pembuatan
1)
Pizza
Pizza
yang kami buat adalah Pizza selayaknya yang kita kenal , bedanya Pizza yang kami
buat di padukan dengan buah-buah komoditas Bojonegoro sesuai musimnya.
Bahan:
·
500 g tepung terigu
·
1 bks ragi instant
·
15 g gula pasir
·
1 sdt garam
·
50 ml minyak zaitun
·
300 ml air hangat
·
Buah komoditas Bojonegoro
Saus:
·
2 sdm minyak zaitun/jagung
·
Buah komoditas Bojonegoro
·
1 bawang bombai, cincang halus
·
2 siung bawang putih, memarkan, cincang
halus
·
500 g tomat merah, parut halus
·
2 sdm pasta tomat
·
1 sdt basil bubuk
·
1 sdt daun oregano, kering (bubuk)
·
1/2 sdt merica bubuk
·
1 sdt garam
·
1 sdt gula pasir
Topping:
·
50 g brokoli, petik-petik, rebus
sebentar
·
50 g kembang kol, petik-petik, rebus
sebentar
·
150 g daging asap, iris kotak kecil,
tumis sebentar
·
2 bh sosis ayam, iris melintang, tumis
sebentar
·
150 g keju, parut
·
Buah komoditas (disesuaikan dengan jenis
buah yang ditunakan)
Cara Membuat:
1.
Membuat pizza: Taruh tepung terigu,
garam, gula, ragi instan dalam mangkuk. Buat lubang di tengahnya. Masukkan
minyak, aduk rata sambil tuangi air hangat hingga tercampur rata. Taruh adonan
di atas permukaan yang bersih. Uleni adonan dengan tangan hingga kalis.
Bulatkan adonan, taruh di tempat hangat selama 1 jam hingga mengembang dua kali
semula. Kempiskan adonan. Gilas adonan hingga tipis. Cetak bundar 10 cm.
2.
Membuat saus: Panaskan minyak zaitun,
tumis bawang bombai dan bawang putih hingga harum dan layu. Masukkan tomat,
buah, dan bumbu lainnya. Aduk hingga mendidih dan kental. Angkat.
3.
Olesi masing-masing dengan saus hingga
rata.
4.
Beri topping di atasnya, taburi keju.
Panggang dalam oven panas 200 C selama 20 menit hingga matang. Angkat.
5.
Sajikan selagi hangat
2)
Crepes
Crepes
yang kami buat adalah Crepes selayaknya yang kita kenal , tetapi bedanya Crepes
ini kami buat di padukan dengan buah-buahan komoditas Bojonegoro sesuai dengan
musimnya.
Cara pembuatan crepes :
Bahan:
150
gram Tepung terigu
50
gram Tepung tapioka / kanji
200
gram Tepung beras
500
ml Susu cair
2
sdt Vanili bubuk
2
btr Telur, kocok lepas
2
sdm Butter / margarin, lelehkan
2
sdt Baking powder double acting
Buah
komoditas Bojonegoro
Cara Membuat Kue Leker Crepes
Renyah :
1.
Campur Tepung terigu, tepung tapioka/kanji, tepung beras, vanili bubuk, dan
baking powder, aduk hingga rata lalu sisihkan
2.
Di tempat yang berbeda, campur semua bahan cair (susu cair, telur,
margarin/butter leleh, buah komoditas Bojonegoro), aduk sampai rata.
3.
Jadikan satu / campur kedua bahan tadi sambil diaduk hingga rata, licin dan
tidak menggumpal.
4. Ambil 1 sendok sayur adonan,
tuangkan kedalam cetakan / wajan anti lengket / teflon dan masak sampai matang,
tunggu hingga mengering atau terlihat sudah crispy, angkat dan sajikan dengan
taburan atau isian sesuai selera.
3)
Setup
Setup
yang kami buat sama seperti Setup biasanya. Bedanya kami membuatnya sesuai
dengan musimnya.
Bahan:
500 gram buah komoditas Bojonegoro, kupas dan iris
tebal bulat
500 ml air
150 gram gula merah
50 gram gula pasir
5 cm kayu manis
Cara
membuat:
a) Rebus 500 ml air dengan gula merah, gula pasir, dan
kayu manis hingga gula larut dan keluar
aroma harum kayu manisnya, angkat dan saring
b) Rebus kembali air gula kayu manis
c) Masukkan irisan buah, kecilkan api, masak hingga buah
matang dan beraroma harum
d) Hidangkan selagi hangat
4)
Jus
Buah
Jus
buah ini sama dengan jus-jus yang di jual di pinggiran jalan, tetapi bedanya
jus ini kami buat dengan menggunakan buah-buah komoditas Bojonegoro dan sesuai
dengan musimnya
5.
Es
Cara pembuatan es ini sedikit berbeda dengan es
biasanya.Es yang biasa dijual dipasaran menggunakan air biasa.Sedangkan, air
yang digunakan dalam es ini berasal dari air rebusan buah komoditas Bojonegoro.
Sehingga rasa khas buah akan terasa di lidah. Selain itu buahnya pun digunakan
sebagai isi dari es tersebut.
3.Analisis Swot
|
NO
|
Aspek
|
Strength
|
Weakness
|
opportunity
|
threat
|
|
1
|
Mcarketing
|
Aspek
Produk:
Unik/khas.
Kemudahan
Produksi
Inovatif
Aspek
promosi:
Ada
promise
Penjualan
yang efektif
Iklan
menarik
Terdapat
pemasaran langsung
Aspek
Harga:
Harga murah
Memberi
promosi berkala
Aspek
Distribusi:
Mudah
di jangkau konsumen
|
Tidak
tahan lama
Tidak
Bergaransi
|
Mudah
diterima di masyarakat
|
Masyarakat
cepat bosan
|
|
2
|
Produksi
|
Ada
promosi
Penjualan
yang efektif
Iklan
menarik
Wiraniaga
terlatih
Terdapat
pemasaran langsung
|
Kenaikan
harga bahan dasar produksi
|
Bahan
dasar produksi mudah didapatkan
|
Bahan
dasar produksi mengalami penurunan kualitas
|
|
3
|
Keuangan
|
Ada
peningkatan keuntungan
Terus
berinvestasi
Biaya
modal murah
Saham
bersama
|
Tidak
kembalinya modal utama
|
Balik
modal yang besar
|
Kemampuan
menutupi kekurangan (Hutang)
|
|
4
|
Sumber
Daya
manusia
|
Manager
ahli
Sistem
ganjaran/pengupahan
Memotivasi
Mengekpresikan
Kreatifitasnya
dinamis
Disiplin,jujur,bersih,sehat
|
Operator
outodiak
|
Banyak
tenaga kerja yang tersaing
|
Minat
dalam bisnis kuliner lemah
|
|
5
|
Manajemen
|
Pembagian
tugas jelas
Antar
bagian terkoordinasi
Akrab
dan terbuka
Konflik
dalam posisi fungsional
(mendorong
prestasi)
|
Penempatan
pegawai random
Tidak
ada jenjang karir
|
Bekerja
sama dengan baik
|
Perbedaan
pendapat antar bagian
|
Tabel
1: analisis swot
4.
Daerah
Pemasaran
Tempat yang
menjadi daerah pemasaran kami adalah:
1) Kantin-kantin
sekolah
Setiap pagi pegawai akan mengirimkan produk ke kantin
sekolah. Pembayarannya dilakukan dengan cara komisi. Kami memberi harga di
bawah harga pasar, kemudian kantin sekolah menjual sesuai dengan yang
diinginkan.Barang yang tidak habis terjual dapat dikembalikan.
2) Kantor-kantor
Pemasaran di kantor dilakukan dengan dua cara, yaitu:
a.
Dititipkan di
kantin
b.
Pengiriman jika
ada pemesanan via sms atau telepon
3) Kampus
Pemasaran di kampus dilakukan dengan dua cara, yaitu:
a.
Dititipkan di
kantin
b.
Pengiriman jika
ada pemesanan via sms atau telepon
4) Sewa
tempat pinggir jalan pusat kota Bojonegoro
Tempat ini merupakan pusat penjualan kedai
semusim.Pembuatan produk dilakukan langsung di tempat ini.Jika
masyarakat/pengunjung yang ingin santai dapat meluangkan waktunya untuk datang
di kedai dalam rangka menikmati produk kami.
5) Berdagang
keliling
Ada beberapa pegawai yang bertugas untuk menjual
produk secara keliling dengan sepeda motor.Sehingga masyarakat yang tidak bisa
datang langsung ke kedai dapat menikmati hidangan dengan mudah.Contohnya
masyarakat di pedesaan.Kami menjual dengan harga yang terjangkau oleh mereka,
dengan porsi yang sesuai.Hal itu dapat digunakan sebagai promosi produk secara
langsung.
6) Delivery order
Kedai semusim menerima pemesanan via sms dan
telepon.Tentunya dalam melakukan promosi kami menyebarkan selebaran yang
mencantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi. Kami akan berusaha melayani
dengan optimal.
5.
Rencana
Jangka Panjang
Usaha
kuliner ini akan dijalankan di daerah Bojonegoro sebagai tahap awal pendirian
usaha. Setelah promosi
sukses kami akan meminjam dana ke bank untuk modal membuat KEDAI SEMUSIM.
Selain itu, untuk menarik konsumen dan membuktikan cita rasa produk kepada
konsumen. Dalam jangka panjang bisnis ini akan berkembang ke francise. Francise merupakan bisnis
waralaba yaitu sistem distribusi dimana membayar iuran dan royalty kepada induk
perusahaan untuk mendapatkan hak menggunakan merek dagang induk
perusahaan,menjual barang atau jasanya bahkan menggunakan format dari sistem
bisnisnya. Jadi,
secara otomatis usaha ini akan berkembang dan di kenal
orang banyak tanpa kita harus mengelolanya sendiri.
6. Manajemen Usaha
1)
Jumlah
Pegawai
Untuk permulaan, jumlah pegawai yang di butuhkan sekitar 10
orang. Jumlah pegawai bisa bertambah seiring perkembangan usaha.
2)
Sistem
Pembuatan Produk
Untuk
pembuatan Pizza dilakukan sebelum pelanggan memesan,
karena pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Sedangkan untuk pembuatan Crepes, Setup, Jus, dan Es di lakukan ketika pelanggan memesan langsung,
agar kualitas minuman tersebut tetap terjaga.
3)
Asal
Bahan Baku
Pasokan bahan baku di datangkan dari petani Salak,
Belimbing, Pisang dan Mangga yang ada di Bojonegoro.
4) Struktur Organisasi
|
Direktur
|
|
Staf Distribusi
|
|
Staf Produksi
|
|
Staf Keuangan
|
|
Pramuniaga
|
Gambar 2: struktur organisasi
Job
Deskripsion :
1. Direktur/Pemilik
a. Menyediakan modal
b. Melakukan pengawasan
2. Staf Produksi
a. Melakukan
Pembelian barang
b. Merencanakan Produksi
c. Memproduksikan barang
3. Staf Distribusi
a. Melakukan pemasaran
b. Promosi
c. Mendistribusikan produk
4. Staf keuangan dilakukan oleh pemilik
a. Menghitung keuangan usaha
b. Memberikan gaji pada pegawai
5. Pramuniaga ( melekat pada staf distribusi )
a. Memasarkan produk
B.
Manfaat
Usaha
1.
Bagi
pemasok buah
a) Mempermudah
pemasok buah dalam memasarkan produknya ,sehingga pemasok tidak perlu mencari
konsumen lain.
b) Meningkatkan
nilai jual buah.
c) Meningkatkan pendapatan pada
pemasok buah.
2.
Bagi
masyarakat
a) Menyediakan
makanan dengan cita rasa yang berbeda dengan bahan baku yang sudah mereka
kenal.
b) Menyediakan lowongan pekerjaan,
karena usaha ini menyerap tenaga kerja.
3.
Bagi
perekonomian
a) Mengurangi pengangguran karena menyerap tenaga kerja
Dengan berdirinya kedai semusim pengangguran di daerah
Bojonegoro akan berkurang. Karena sebagai usaha baru pasti membutuhkan tenaga
kerja. Perekrutan tenaga kerja untuk beberapa bagian akan diambilkan dari anak
daerah.
b) Menambah
pendapatan daerah
pada khususnya dan pendapatan nasional pada umumnya melalui sektor pajak
Dengan berdirinya usaha baru maka pajak daerah akan
bertambah. Tentunya badan usaha dikenai pajak, apalagi kalau usaha tersebut
berkembang dengan pesat, maka pajak yang diterima oleh pemerintah akan
bertambah pula.
c) Mengoptimalkan
sumber daya alam/komoditas suatu
daerah
Dengan mengembangkan komoditas pertanian Bojonegoro
yaitu buah maka keunggulan local daerah Bojonegoro akan berkembang dan akan
dikenal oleh masyarakat bahkan dikenal oleh daerah lain.
d) Meningkatkan
keunggulan lokal
Dengan kedai semusim yang menciptakan beberapa produk
yang berbahan buah komoditas Bojonegoro secara tidak langsung dapat menciptakan
inovasi produk.Sehingga manfaat buah dapat optimal.
C.
Peran
Kedai
Semusimbagi
Perekonomian Bojonegoro dalam Jangka Panjang
Usaha
ini memiliki banyak peran bagi kemajuan perekonomian Bojonegoro, peran tersebut
melalui :
1. Sebagai ciri kas Bojonegoro
Dengan
adanya kedai semusim dapat menunjukkan crri kas daerah Bojonegoro, bahwasanya
Bojonegoro memiliki komoditas pertanian yang dikembangkan melalui kedai
semusim
2. Sebagai alat pemerataan pendapatan
Dengan
berdirinya kedai semusim dapat meratakan pendapatan masyarakat karena kedai
semusim membuka lowongan pekerjaan yang sebagian besar pegawainya berasal dari
daerah Bojonegoro.
3. Mengurangi pengangguran
Seiring
perkembangan usaha, kedai semusim dapat membutuhkan banyak tenaga kerja
sehingga dapat mengurangi pengangguran khususnya di daerah Bojonegoro.
4. Menjaga daya saing produk komoditas Bojonegoro
Dengan
bentuk produk yang modern dan dipadukan dengan buah komoditas Bojonegoro maka
dapat menghasilkan produk yang bernilai tinggi.Sehingga daya saing produk dapat
terjaga.
BAB
III
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Dalam rangka mengoptimalkan manfaat dari buah
komoditas Bojonegoro dapat dilakukan dengan membuat produk inovasi baru dimana
bahan bakunya berasal dari buah tersebut antara lain salak, blimbing, pisang,
dan mangga. Beberapa produk yang akan dibuat adalah Pizza, Crepes, Setup, Juz,
dan Es. Kelima produk tersebut diproduksi oleh kedai semusim. Pengambilan nama
itu didasarkan pada pembuatan produk yang disesuaikan dengan musim buah. Jika
musim salak maka bahan baku utamanya adalah salak, begitu juga untuk musim belimbing, mangga, dan pisang. Dalam jangka
panjang kedai semusim akan berkembang ke francise.Secara
tidak langsung usaha tersebut dapat memperkenalkan produk kedai semusim.
Kedai semusim dapat bermanfaat bagi beberapa pihak,
antara lain: bagi pemasok buah, mempermudah pemasok buah
dalam memasarkan produknya sehingga pemasok tidak perlu mencari konsumen lain; meningkatkan nilai jual buah; meningkatkanpendapatan pada pemasok
buah. Bagi masyarakat, menyediakan
makanan dengan cita rasa yang berbeda dengan bahan baku yang sudah mereka kenal; mengurangi pengangguran
karena usaha ini menyerap tenaga kerja yang sebagian besar berasal dari daerah. Bagi
perekonomian, menambah pendapatan daerah pada khususnya dan
pendapatan nasional pada umumnya melalui sektor pajak; mengurangi pengangguran
karena menyerap tenaga kerja; mengoptimalkan
sumber daya alam/komoditas suatu
daerah; meningkatkan keunggulan local.
Beberapa peran kedai semusim bagi perekonomian Bojonegoro,
antara lain: sebagai ciri kas Bojonegoro, sebagai alat pemerataan pendapatan,
mengurangi penganggruan, dan menjaga daya saing produk komoditas Bojonegoro.
3.2
SARAN
1.
Bagi pemerintah
Bojonegoro
Diharapkan pemerintah Bojonegoro ikut serta membantu
mengembangkan kedai semusim dengan
memberikan izin pendirian usaha.
2.
Bagi masyarakat
Bojonegoro
Diharapkan masyarakat Bojonegoro ikut mendukung
pengembangan kedai semusim.
3.
Bagi petani buah
di Bojonegoro
Diharapkan petani mendukung pengembangan kedai semusim
dengan cara memasok buah-buahan hasil pertaniannya ke tempat usaha. Serta dapat
menghasil produk yang berkualitas.
DAFTAR PUSTAKA
Kurnia, Ahmad. 2007.
Menejemen Penelitian. (http://skripsimahasiswa.blogspot.com/2007/11/metode/metode/penelitian.html).Diakses
tanggal 11 Pebruari 2013.
---------.
2012. Pengertian Usaha Mikro Kecil Menengah. (http://karodalnet.blogspot.com/2011/10/pengertian-Usaha-mikro-kecil-menengah3html).Diakses tanggal 12Pebruari
2013.
Sudrajat, Akhmad. 2010.Tentang Buah komoditas Bojonegoro. (http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2010/08/20/komoditas-Bojonegoro/). Diakses tanggal 15
Pebruari 2013.
---------.
2012. Belimbing Bojonegoro
---------.
2012. Blimbing dan Salak
Bojonegoro akan diberdayakan.
(http://agromaret.com/artikel/228/belimbing_dan_salak_bojonegoro_akan_diberdayakan). Diaskes tanggal 16 Pebruari 2013.
---------.
2011.Potensi Bojonegoro.
(http://sosbud.kompasiana.com/2012/12/15/potensi-bojonegoro-516181.html)
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar